Materi Kultum Singkat: Amal Jariyah

Amal Jariyah yang Tak Pernah Putus

Kultum Zuhur, Rabu 23 Juli 2025

Oleh: Lalu Muhammad Ziran


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Teman-teman yang dirahmati Allah, siang ini saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang amal jariyah, yaitu amal yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya telah meninggal dunia. Setiap kita pasti menginginkan kebaikan yang tidak terputus, karena hidup di dunia ini singkat, sedangkan bekal menuju akhirat harus terus kita kumpulkan.

Rasulullah ṣallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلاَثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.”

(HR. Muslim).

Hadits ini menjelaskan tiga amal yang pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah tiada. Pertama, sedekah jariyah, yaitu sedekah yang manfaatnya terus dirasakan orang lain. Contohnya, membangun masjid, sumur, atau membantu menyediakan sarana pendidikan. Mungkin di antara kita pernah ikut patungan untuk pembangunan masjid atau sumur. Selama masjid itu digunakan untuk shalat, selama sumur itu digunakan untuk mengambil air, pahalanya akan terus mengalir untuk kita.

Kedua, ilmu yang bermanfaat. Ini tidak harus berarti kita jadi ustadz atau guru besar. Sesederhana mengajarkan teman cara membaca Al-Qur’an, memberi penjelasan tentang pelajaran, atau berbagi tips kebaikan di sekolah, semua itu termasuk ilmu bermanfaat. Jika orang yang kita ajari mengamalkannya, maka pahala juga akan mengalir kepada kita.

Ketiga, anak shalih yang mendoakan orang tuanya. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk selalu berusaha menjadi anak yang baik. Ketika kita mendoakan kedua orang tua, doa itu sampai kepada mereka dan menjadi sebab ampunan dan rahmat dari Allah. Sebaliknya, jika kelak kita menjadi orang tua, mendidik anak-anak agar shalih juga menjadi investasi besar untuk kehidupan setelah mati.

Teman-teman sekalian, mari kita manfaatkan waktu hidup kita untuk menanam amal jariyah. Mulailah dari yang sederhana: bersedekah walau sedikit, berbagi ilmu yang bermanfaat, dan mendoakan orang tua. Amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas bisa menjadi pahala besar di sisi Allah.

Demikian kultum siang ini. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang gemar beramal jariyah, sehingga pahala terus mengalir kepada kita meskipun kita sudah tiada.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

50 Kosa Kata Bahasa Arab benda-benda di sekitar kita

Teks Fi'il Madhi X

Do'a penutup IMTAQ dan artinya