Kultum Siang penuh hikmah
Kultum Siang oleh L. Muhammad Ziran: "Amal Jariah yang Tak Terputus"
Siang itu -rabu, 23 juli 2025-, usai shalat Zuhur berjamaah, suasana di sekolah terasa khidmat. L. Muhammad Ziran yang akrab disapa Ziran maju ke depan menyampaikan kultum singkat bertema amal jariah. Dengan suara tenang dan penuh makna, ia membacakan hadits :
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ، إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ."
“Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal. sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Ziran menjelaskan secara singkat makna hadits ini, bahwa tidak semua amal terputus saat manusia wafat. Ada tiga yang tetap mengalir pahalanya: sedekah jariyah seperti wakaf, ilmu yang terus dimanfaatkan apabila diajarkan, dan anak saleh yang mendoakan orang tuanya.
Setelah penyampaian kultum singkat oleh Ziran. Kepala Sekolah, Ustadz Wawan, memberikan sedikit tambahan. Beliau mengingatkan bahwa sebagaimana pahala amal baik bisa terus mengalir, dosa dari mengajarkan kepada keburukan pun bisa terus mengalir kepada pelakunya. Maka, kita harus berhati-hati dalam ucapan dan perbuatan, karena semuanya bisa menjadi bekal akhirat, baik ataupun buruk.
Kultum siang itu sederhana namun menyentuh, menjadi pengingat bahwa habisnya nyawa manusia habislah semua, kecuali amal jariyah yang diukirnya.
Rabu, 23 juli 2025
@dilan_laksaputra
Komentar
Posting Komentar