Dzikir menghidupkan hati (Kultum Zuhur)

Teks Kultum Zuhur – Dzikir Menghidupkan Hati


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته 
الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالمُرْسَلِينَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، أَمَّا بَعْدُ:

Jama’ah yang dirahmati Allah Subḥānahu wa Taʿālā,
Ada satu ayat dalam Al-Qur'an yang sering kita dengar namun terkadang kurang kita renungkan, yaitu:

> فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu kufur.”
(QS. Al-Baqarah: 152)

Ayat ini memberi janji agung: ketika kita mengingat Allah, Allah pun akan mengingat kita dengan melindungi, menenangkan, memberi arah, dan menjaga dari keburukan. Ini adalah janji agung yang sangat luar biasa bagi orang yang mengingat Allah/berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Tapi kenyataannya, kita lebih sering mengingat urusan dunia: kerjaan, target, notifikasi, dan -Na'udzubillah- melupakan Allah. Padahal, kalau kita ingat Allah di waktu lapang, Allah akan ingat kita di waktu sempit.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:

> تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ، يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
“Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia akan mengenalmu di waktu sempit.”
(HR. Tirmiżī – 2516, hasan)



Maka mari kita jadikan dzikir sebagai bagian dari hidup kita: dari bangun hingga tidur, dari bekerja hingga istirahat. Karena orang yang hatinya sibuk berdzikir, tidak akan mudah galau dan cemas.

Baginda Nabi besar Muhammad ﷺ bersabda:

> مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لَا يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan yang tidak berdzikir, seperti orang hidup dan orang mati.”
(HR. Bukhari – 6407)

Kalau kita ingin hati kita hidup, hidupkan ia dengan dzikir. Jangan biarkan hati jadi keras karena lalai dari mengingat Allah subhanahu wa ta'ala.

Jadikan dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, tapi juga perenungan batin. Karena dzikir bukan hanya ucapan, tapi kesadaran bahwa kita hamba lemah yang butuh Allah subhanahu wa ta'ala setiap saat.

Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa mengingat Allah dalam setiap keadaan—baik lapang maupun sempit.
والله اعلم 
وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

@dilan_laksaputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

50 Kosa Kata Bahasa Arab benda-benda di sekitar kita

Teks Fi'il Madhi X

Do'a penutup IMTAQ dan artinya