Mentadabburi Surat Al-Kafirun

 Mentadabburi Surat Al-Kafirun

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh, Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Allahumma shalli 'ala Saiyidina Muhammad, Amma ba'du

Berikut pembahasan terkait surat Al-Kafirun, semoga dapat menambah keimanan serta menguatkan keislaman kita, Aamiin yaa rabbal'Aalamiin

Tadabbur Surat Al-Kafirun

بِسْمِ الله الرَّحمنِ الرّحيمِ

قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1)  لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3)
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ (6)

1.      Katakanlah (Muhammad) “Hai orang-orang kafir,

2.      aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah,

3.      dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,

4.      dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,

5.      dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah,

6.      Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.”

***

1-Surat Al-Kafirun

Nama lain surat Al-Kafirun ialah surat Al-Ikhlas, hal ini dikarenakan surat Al-Kafirun ialah surat yang mengandung baro’ah minassyirk (berlepas dari kesyirikan) dari awal hinga akhir suratnya. Surat Al-Kafirun turun sebelum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke madinah, oleh karenanya surat Al-Kafirun disebut surat Makkiyah.

2-AsbabunNusul Surat Al-Kafirun

AsbabunNuzul (sebab turun) surat ini berkaitan dengan tawaran kaum kafir quraisy untuk bergantian dalam menyembah tuhan satu sama lain, kaum kafir Quraisy menawarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyembah tuhan mereka satu tahun, kemudian di tahun berikutnya kaum kafir Quraisy akan menyembah Allah subhanahu wa ta’ala sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menolaknya dengan tegas.

Sebelum tawaran tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terlebih dahulu ditawari berbagai macam hal seperti harta, tahta, jabatan dan bahkan wanita tercantik ditawarkan oleh kaum kafir Quraisy. Baginda Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu menolak semua tawaran itu dengan tegas sehingga pada tawaran terakhir, yaitu tawaran untuk berbagi waktu dalam menyembah tuhan satu sama lain turun lah surat qul yaa ayyuhalKaafiruun (Al-Kafirun).

3-Surat yang sering Rasulullah baca adalah dua surat Al-Ikhlas

Surat Al-Kafirun ini ialah salah satu surat yang sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

اِقْرَأْ عِنْدَ مَنَامِكَ "قُلْ يَا أيُّهَا الْكَافِرُونَ" ثُمَّ نَمْ عَلَى خَاتِمَتِهَا فَإِنَّهَأ بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ

“Bacalah ketika akan tidur, qul yaa Ayyuhal kaafiruun (surat Al-Kafirun), kemudian tidurlah setelah selesai menamatkannya, sesungguhnya ia pelepasan dari kesyirikan” (HR Ahmad 5/456)

Surat Al-Kafirun merupakan surat yang sangat sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersamaan dengan surat Al-Ikhlas yang lain (Qul Huwallahu Ahad), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca kedua surat Al-Ikhlas ini (Qul Yaa AyyuhalKafirun & Qul Huwallahu Ahad) pada dua rakaat ba’diyah (setelah) magrib, dua rakaat qobliyah (sebelum) subuh. (terdapat dalam HR Tirmidzi no. 431) Merupakan salah satu sunnah juga dalam shalat witir membaca surat Al A’laa pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan Al-Ikhlas pada rakaat ketiga. (terdapat dalam HR. An-Nasa’i no. 1699 dan Tirmidzi no. 463).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:

نِعْمَتِ السُّورَتَانِ يَقْرَأُ بِهِمَا فِي رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ قل هو الله احد و قل ياأيها الكافرون

“Sebaik-baik surat yang dibaca ketika dua rakaat sebelum subuh adalah qulhuwallahu Ahad dan qul yaa Ayyuhalkafiruun” (HR. Khuzaimah 4/273)

***

Oleh karena surat ini ialah surat yang turun sebagai penolakan terhadap berbagai kesyirikan, hendaknya kita sebagai kaum muslimin ketika membaca surat ini harus benar-benar menegaskan dalam hati kita semua pengingkaran yang disebutkan dalam ayat-ayat pada surat ini.

4-Seruan terhadap orang kafir

Ayat pertama dimulai dengan perintah Allah subhanahu wa ta’ala kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyeru dengan lantang kepada orang-orang kafir, “Hai orang-orang kafir”

Kemudian pada ayat kedua dilanjutkan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala “Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah”,(Al-Kafirun : 2), sebagian ulama menyebutkan bahwa kata maa pada lafazh maa ta’buduun merupakan Maa maushulah oleh karenanya arti ayat kedua ini “Aku tidak pernah menyembah apa yang kalian menyembah”, intinya pada ayat ini mengandung makna penolakan terhadap sesembahan orang-orang kafir.

5-Makna kebahasaan pada pengulangan pernyataan

Pada ayat ketiga ini terdapat kata maa sebagaimana yang terdapat pada ayat sebelumnya Wa Laa Antum ‘Aabiduuna Maa A’bud. Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maa(secara bahasa berarti apa-apa) di sini bermakna man(secara bahasa berarti siapa) oleh karenanya pada ayat ini diartikan “dan kalian bukan penyembah Tuhan yang aku sembah”(Al-Kafirun : 3)

 “Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah”,(Al-Kafirun : 4) pada ayat ini terdapat pengulangan makna dari ayat kedua. Imam Al Qurthubi menyebutkan bahwa ayat kedua merujuk pada masa lampau yang artinya sejak dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyembah sesembahan kaum kafir Quraisy, kemudian ayat keempat ini menunjukkan waktu yang akan datang, sehingga ini menunjukkan penafian secara mutlak penyembahan berhala.

Ayat keempat ini juga memiliki Maa yang berbeda dengan Maa pada ayat kedua, Maa pada ayat ini merupakan Maa Mashdariyah, maka ayat ini dapat difahami dengan arti “Aku tidak akan menyembah sebagaimana cara beribadah kalian”. Intinya pada ayat kedua dan keempat menegaskan penolakan terhadap kesyirikan orang-orang kafir baik itu sesembahan yang memang semua itu terlahir dari nenek moyang, sangkaan serta khayalan mereka semata, dan juga tata cara mereka menyembah yang tentunya menyimpang dan tidak benar.

Pada ayat kelima kembali lagi terjadi adanya pengulangan, namun pengulangan pada ayat ini menggunakan kata yang persis sama dengan yang ada pada ayat ketiga. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa pengulangan-pengulangan ini berkaitan dengan kuantitas tawaran orang-orang dari kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang terjadi berulang-ulang dengan kuantitas yang banyak. Hal ini juga untuk menegaskan kepada kaum kafir quraisy bahwa Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam benar-benar akan menolak hal tersebut sampai kapanpun. Wallahu A’lam

6-Pernyataan terakhir

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada ayat terakhir, “bagimu agamamu, dan bagiku agamaku”, pernyataan terakhir ini merupakan penegasan bahwa agama Islam memang tidak bisa disatukan dengan segala macam jenis agama kesyirikan yang dianut oleh kaum kafir Quraisy, baik itu agama kesyirikan yang merupakan buah dari filosofi kehidupan, maupun agama nasrani dan yahudi. Karena semestinya orang-orang  yahudi dAn-Nasrani apabila benar-benar beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan hari akhir tentunya mereka akan masuk islam.

Berkenaan dengan hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ، وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ، إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

“Demi dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya. Tiada seorang-pun dari umat ini yang mendengar seruanku, baik Yahudi maupun Nasrani, tetapi ia tidak beriman kepada seruan yang aku sampaikan, kemudian ia mati, pasti ia termasuk penghuni neraka.” (HR Muslim no.153)

Wallahu A’lam, semoga Allah subhanahu wa ta’ala menguatkan iman kita semua, menguatkan islam kita dan juga memberikan kita semua taufik dan hidayahnya selalu. Semoga dengan tadabbur surat Al-Kafirun ini kita menjadi hamba yang bergetar hatinya ketika mendengar serta membaca surat ini.

 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

 

~Dilan Laksaputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

50 Kosa Kata Bahasa Arab benda-benda di sekitar kita

Teks Fi'il Madhi X

Do'a penutup IMTAQ dan artinya