Jangan Kecewakan Allah dan para Penonton di Angkasa
Jangan Kecewakan Allah dan Mereka yang Mengawasi Kita
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Alhamudillah, wassholatu 'ala Rasulillah, Amma ba'du,
***
Dalam kehidupan kita sehari-hari ada malaikat yang tentunya mencatat amal baik kita serta amal buruk yang kita perbuat. Selain itu juga, ada para malaikat di sisi Allah subhanahu wa ta'ala yang seringkali menjadi saksi kehebatan serta kesholihan ummat manusia, hamba-hamba Allah subhanahu wa ta'ala.
contohnya ketika berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala, ketika menyebut-nyebut Allah subhanahu wa ta'ala. di kumpulan manusia, maka dijelaskan dalam sebuah hadits qudsi Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
إِذَا ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ ,ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
yang artinya, "apabila hamba-Ku berdzikir kepada-Ku di kumpulan manusia, maka Aku akan menyebutnya di kumpulan yang lebih baik dari kumpulan mereka".
dalam penggalan hadits ini dijelaskan bahwa seorang yang berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta'ala maka ia akan disebut-sebut di sisi hadapan para malaikat. Allah subhanahu wa ta'ala akan membangga-banggakannya.
tentunya para malaikat dapat melihat kehidupan manusia, dan bukan hanya malaikat. namun makhluk-makhluk Allah subhanahu wa ta'ala lainnya juga diberi idzin oleh Allah subhanahu wa ta'ala untuk menyaksikan kehidupan manusia di muka bumi ini. hal ini diperkuat dengan hadits yang menyebutkan bahwa bidadari melaknat para istri yang tidak patuh dan berkata kasar terhadap suaminya (Hadits hasan riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah). hadits ini menjelaskan bahwa bidadari pun mengetahui apa yang diperbuat oleh manusia tentunya atas idzin Allah subhanahu wa ta'ala.
Oleh karenanya jangan sampai malaikat yang ada di dunia maupun akhirat, serta makhluk-makhluk Allah subhanahu wa ta'ala lainnya kecewa terhadap apa yang kita perbuat selama di dunia. sebagaimana kita khawatir reputasi kita tercoreng di hadapan manusia, sebaiknya kita juga menjaga reputasi kita di hadapan para makhluk-makhluk Allah subhanahu wa ta'ala.
Disamping itu juga, hal yang perlu kita jaga adalah niat kita, apabila benar ketaatan kita karena Allah subhanahu wa ta'ala, tentunya di manapun kita berada kita akan selalu menjaga diri. sehingga makhluk-makhluknya Allah subhanahu wa ta'ala pun tidak akan kecewa dengan tindakan kita. disamping itu juga tentunya Allah subhanhau wa ta'ala tidak akan cemburu terhadap kita dan justru akan membangga-banggakan kita di hadapan makhluknya. Imbalan apa lagi yang kita harapkan kalau sudah Allah subhanahu wa ta'ala membangga-banggakan kita? tentunya itu adalah hal yang sangat-sangat istimewa.
Untuk menutup pembahasan kali ini, kami akan menyampaikan sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkait cemburunya ALlah subhanahu wa ta'ala :
إِنَّ اللّهَ يَغَارُ وَغَيْرَةُ اللّهِ أَنْ يُؤْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللّهُ
"Sesungguhnya Allah cemburu, dan cemburunya Allah ialah ketika seorang melakukan sesuatu yang diharamkan Allah kepadanya" (HR. Bukhari Muslim)
Semoga bermanfaat, semoga kita selalu mendapatkan taufik dan hidayah-Nya sehingga kita menjadi hambanya Allah subhanahu wa ta'ala yang senantiasa menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah subhanhau wa ta'ala.
Wallahu a'lam
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Dilan Laksaputra,

Komentar
Posting Komentar