Mentadabburi Surat Al-Kautsar

 Mentadabburi & Mempelajari Surat Al-Kautsar

Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh, Alhamdulillah, Allahumma shalli 'ala Nabiyyina Muhammad, Amma ba'du

Berikut pembahasan terkait surat Al-Kautsar, semoga bermanfaat bagi kita dunia akhirat

Tadabbru Surat Al-Kautsar

بِسْمِ الله الرَّحمنِ الرّحيمِ

إِنَّا أَعْطَيْنكَ الْكَوْثَرَ (1) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (2) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأبْتَرُ (3)

1.      Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak

2.      Maka dirikanlah shalat karena tuhanmu, dan berkorbanlah

3.      Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

***

1-     Makna Al-Kautsar

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman pada ayat pertama Inna A’thoinaaka Al-Kautsar “sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu Al-Kautsar. Makna Al-Kautsar ini menjadi perbincangan para ulama. Sebuah pendapat mengatakan bahwa Al-Kautsar ialah nama telaga di syurga, dan hal ini telah disebutkan dalam hadits Baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Salah satu pendapat yang masyhur juga mengatakan bahwa Al-Kautsar berasal dari kata Katsroh yang artinya banyak. Maka dari itu Al-Kautsar diartikan sebagai kebaikan atau nikmat yang banyak yang mencakup kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan termasuk pula di dalam kenikmatan tersebut telaga Al-Kautsar yang dikisahkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dikisahkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang tidur ringan. Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kepalanya dan tersenyum. Para sahabatpun bertanya “mengapa engkau tertawa wahai Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam).” “Baru saja turun kepadaku satu surat”, lalu dibacakanlah surat Al-Kautsar dari ayat pertama sampai terakhir. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Tahukah kalian apa itu Al-Kautsar?”, para sahabat radhiyallahu ‘anhu menjawab “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menjelaskan, “Al-Kautsar adalah sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut memiliki kebaikan yang banyak. Ia adalah telaga yang nantinya akan didatangi oleh umatku pada hari kiamat. Bejana di telaga tersebut sejumlah bintang di langit. Namun ada dari sebagian hamba yang tidak bisa minum dari telaga tersebut. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “engkau tidak tahu apa yang mereka buat-buat setelahmu”. (HR Muslim no. 400)

2-Shalat & berkurbanlah karena Allah

Allah subhanahu wa ta’ala kemudian memberi perintah untuk bersyukur dengan firmannya, Fasholli lirobbika wanhar “Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu dan berkurbanlah”, kedua ibadah yang disebutkan ini merupakan ibadah yang sangat istimewa. Shalat ialah ibadah paling utama yang nantinya akan dihisab di hari kiamat. Kemudian Kurban ialah ibadah pendekatan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan merelakan harta dan memberikan kurban terbaik, yang secara fitrah sangat dicintai.

3-Orang-orang yang terputus/Abtar

Ayat ketiga pada surat ini merupakan dalil penguat bahwa surat ini adalah surat Makkiyah, sebagaimana yang dituturkan oleh Imam Al Qurthubi dan juga Imam As Sa’di dalam tafsirnya, kaum Quraisy berkata “sekarang Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam) menjadi abtar(terputus keturunannya)”, ungkapan ini dilontarkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika putranya yaitu Ibrahim meninggal dunia.

Dinyatakan dalam ayat ini bahwasanya yang mencela dan yang tidak suka kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamlah yang justru terputus, terputus dunia dan akhirat. Sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan pernah terputus baik itu di dunia dan akhirat. Wallahu A’lam

***

Semoga pembahasan singkat terkait surat Al-Kautsar ini dapat meningkatkan semangat ibadah kita. Dan semoga kelak di hari kiamat kita bisa minum dari telaganya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi Wa Barakatuh

 

 

~Dilan Laksaputra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

50 Kosa Kata Bahasa Arab benda-benda di sekitar kita

Teks Fi'il Madhi X

Do'a penutup IMTAQ dan artinya