Dzikir Pagi & Petang beserta fadhilahnya
Dzikir pagi & petang besera keutamaannya
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh
1. Dzikir Pagi dan Petang beserta Fadhilahnya
· أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
· Ayat kursi 1x
Siapa yang membaca ayat kursi ketika pagi, maka ia akan dilindungi (oleh Allah dari berbagai gangguan) hingga petang/sore. Siapa yang membacanya ketika petang/sore, maka ia akan dilindungi hingga pagi. (HR Al Hakim 1: 562)
· Surat Al Ikhlas 3x, Surat Al Falaq 3x, Surat An Nas 3x
Siapa yang membacanya masing-masing tiga kali
ketika pagi dan petang, maka segala sesuatu akan dicukupkan untuknya. (HR Abu
Daud no. 5082 & Tirmidzi no. 3575)
· اَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ , خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ, وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ, أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ, أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ, وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أنْتَ
“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu aku akan mentauhidkan-Mu) semampuku dan aku yakin terhadap janji-Mu (berupa surge untukku). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau”.
Barang siapa yang membaca dzikir ini (saiyidul Istighfar) di pagi hari dan meyakini apa yang ia ucapkan (mengucapkannya dengan penuh keyakinan), lalu ia mati pada hari tersebut sebelum petang hari, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa yang membacanya pada petang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga. (HR Bukhari no. 6306)
· اَللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي, اللهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي, اللهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي, لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, اللهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ, وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
(dibaca 3x)
“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pengelihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau”. (HR. Bukhari dalam al Adabil Mufrad no. 701 & Abu Daud no. 5090)
Dzikir ini penting untuk diamalkan bagi seluruh kaum muslimin khususnya yang ingin dilindungi olah Allah dari segala jenis maksiat dari tubuh, pengelihatan dan pendengaran.
· اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْألُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي, اَللّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي وَآمِنْ رَوْعَاتِي , اَللّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ , وَمِنْ خَلْفِي , وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالِي, وَمِنْ فَوْقِي, وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebaikan dan keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku. Ya Allah, tutuplah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh hal-hal yang tidak aku inginkan yang dapat membahayakanku)”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak
pernah meninggalkan do’a ini (selalu menjaga/mengamalkannya) di pagi dan petang
hari. Di dalamnya berisi perlindungan dan keselamatan dari berbagai hal serta
dari berbagai macam gangguan dari segala arah. (HR. Abu Daud no. 5074 &
Ibnu Majah no. 3871)
· اَللّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ, أَشْهَدُ أنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ, أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي , وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ, وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (memohon perlindungan kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim”.
Do’a ini diajarkan Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam pada Abu Bakar Ash Shiddiq radhiyallahu ‘anhu untuk dibaca
pada pagi, petang dan saat beranjak tidur. (HR Tirmidzi no. 3392 & Abu Daud
no. 5067)
· بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّهُ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَأ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
(dibaca 3x)
“dengan nama Allah yang (bila disebut) segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut
sebanyak tiga kali di pagi dan tiga kali di petang hari, maka tidak aka nada
bahaya yang tiba-tiba memudharatkannya. (HR Abu Daud no. 5088, Tirmidzi no.
3388 & Ibnu Majah no. 3869)
· رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا , وَبِالْإسْلَامِ دِيْنًا, وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
(dibaca 3x)
“Aku ridha Allah sebagai Rabb, dan Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi”
Barangsiapa yang membaca dzikir ini sebanyak
tiga kali di pagi dan petang hari, maka pantas baginya mendapat ridha Allah.
(HR. Abu Daud no. 5072 & Tirmidzi no. 3389)
· يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ, وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِيْ كُلَّهُ, وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).
Dzikir ini diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada Fathimah radhiyallahu ‘anha agar diamalkan pagi dan petang. (HR. An Nasa’i dalam al Kubra 381/570)
· سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
(dibaca 100x)
“Maha suci Allah, aku memuji-Nya”
Barangsiapa yang membaca kalimat subhaanallah
wa bi hamdih di pagi dan petang hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang
datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang
mengucapkan yang seperti itu juga atau lebih dari itu. (HR. Muslim no. 2692)
· لَا إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
(dibaca 10x atau 100x)
“Tidak ada ilah yang berhal disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu”.
Barang siapa yang membaca dzikir ini di pagi hari sebanyak sepuluh kali, Allah akan mencatat baginya sepuluh kebaikan, menghapus sepuluh kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan seperti memerdekakan sepuluh budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan hingga petang hari. Siapa yang membacanya di petang hari, ia akan mendapatkan keutamaan yang sama seperti itu pula. (HR An Nasa’i dalam al Kubra 6:10)
Barangsiapa yang membaca dzikir ini sebanyak seratus kali, Allah akan mencatat baginya seratus kebaikan, menghapus seratus kesalahan, ia juga mendapatkan kebaikan seperti memerdekakan sepuluh budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dari pagi hingga petang hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR Bukhari no. 3293 dan Muslim no. 2691)
2. Dzikir Pagi beserta Fadhilahnya
· اَللّهُمَّ إِنِّي أَسْألُكَ عِلْمًا نَافِعًا , وَلرِزْقًا طَيِّبًا , وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapat ganjaran yang baik).”
Dibaca satu kali setelah sholat subuh. (HR Ibnu
Majah no. 925 & Ahmad 6:305, 322)
· أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
(dibaca 100x)
“Aku memohon ampunan kepada Allah dan aku bertaubat kepada-Nya”. (HR. Bukhari no. 6307 dan Muslim no. 2702)
· سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ , وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَأدَ كَلِمَاتِهِ
(dibaca 3x)
“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhluk-Nya, sejauh kerelaan/ridha-Nya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya”.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengatakan pada Juwairiyah radhiyallahu ‘anha (istri Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam yang terkenal rajin beribadah, berdzikir kepada Allah) bahwa
dzikir ini telah mengalahkan dzikir yang dibaca Juwairiyah radhiyallahu ‘anha dari
selepas subuh sampai waktu duha. (HR. Muslim no. 2726)
· أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الْإسْلَامِ وَعَلَى كَلِمَةِ الْإخْلَاصِ, وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ, حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Di waku pagi kami memegang agama Islam,
kalimat ikhlas (kalimat syahadat), agama Nabi kami Muhammad shallallahu ‘alaihi
wa sallam, dan agama bapak kami Ibrahim (‘Alaihissalam), yang berdiri di atas
jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik” (HR. Ahmad 3:406)
· اَللَّهُمَّ بِكَ أصْبَحْنَا , وَبِكَ أَمْسَيْنَا, وَبِكَ نَحْيَا, وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ النُّشُورُ
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” (HR. Tirmidzi no. 3391 & Abu Daud no. 5068)
·
أَصْبَحْنَا
وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ للهِ, وَالْحَمْدُ للهِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْحَمْدُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, رَبِّ
أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ, وَأَعُوْذُ
بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هّذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ, رَبِّ أَعُوذُ
بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ, رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي
النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (HR. Muslim no. 2723)
3. Dzikir Petang beserta Fadhilahnya
·
أَعُوذُ
بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّمَا خَلَقَ
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah
yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya”. Dibaca 3x (HR. Ahmad 2:290)
· اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا, وَ بِكَ أصْبَحْنَا, وَبِكَ نَحْيَا, وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ
“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu petang, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” (HR. Tirmidzi no. 3391 & Abu Daud no. 5068)
·
أَمْسَيْنَا
وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ, وَالْحَمْدُ للهِ, لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ الْحَمْدُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ, رَبِّ
أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا, وَأَعُوْذُ
بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هّذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا, رَبِّ أَعُوذُ
بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ, رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي
النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
“Kami telah memasuki waktu petang dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di petang ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan petang ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.” (HR. Muslim no. 2723)
Semoga Apa yang kami tulis bermanfaat untuk kita semua (penulis dan pembaca) dunia dan akhirat. semoga kita senantiasa berada dalam keistiqomahan selalu.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Dilan Laksaputra
Ahad, 26 Mei 2024

Komentar
Posting Komentar